Arti Bumi Gora: Asal Julukan NTB dari Padi Gogo Rancah

Ilustrasi hari jadi Provinsi NTB dengan rumah adat Sasak dan Gendang Beleq, simbol julukan Bumi Gora
Bumi Gora lahir dari sawah, bukan dari dongeng. Ceritanya ada di bawah.

Ringkasan cepat:

  • Arti Bumi Gora: julukan NTB yang berasal dari Gogo Rancah, cara menanam padi di lahan kering tadah hujan.
  • Julukan ini muncul setelah petani NTB ikut mengantar Indonesia swasembada beras pada 1984.
  • Hari jadi NTB tetap 17 Desember, dihitung sejak provinsi ini resmi berdiri pada 1958.

Arti Bumi Gora sering ditebak macam-macam, padahal jawabannya sederhana dan agak berlumpur: Gora adalah Gogo Rancah, cara menanam padi di lahan kering yang mengubah NTB dari daerah rawan pangan menjadi lumbung beras. Berikut asal julukannya, siapa di baliknya, dan di mana jejaknya masih bisa Anda lihat.

Jadi, kalau selama ini Anda membayangkan "Gora" sebagai nama raksasa dalam legenda, tenang, Anda tidak sendirian. Kenyataannya lebih membumi, secara harfiah.

Apa Arti Bumi Gora?

Bumi Gora adalah julukan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan kata "Gora" merupakan singkatan dari Gogo Rancah, sistem tanam padi yang tidak membutuhkan sawah tergenang sejak awal. Julukan ini menempel karena sistem tanam tersebut berhasil melipatgandakan panen di lahan yang dulu dianggap terlalu kering untuk padi.

Penjelasan populernya bisa Anda baca di liputan detikBali, Kenapa Nusa Tenggara Barat Dijuluki Bumi Gora?, yang menyebut julukan ini bermula dari sistem tanam Gogo Rancah dan membuat produksi beras NTB melonjak drastis. Singkatnya, Bumi Gora berarti "tanah tempat Gogo Rancah berhasil".

Bagaimana Cara Kerja Gogo Rancah di Lahan Kering?

Gogo Rancah adalah teknik menanam benih padi langsung di tanah kering pada awal musim hujan, lalu memperlakukan lahan itu seperti sawah begitu air hujan sudah cukup. Namanya menggabungkan dua kata: gogo untuk padi lahan kering, dan rancah untuk sawah yang berair.

Keunggulannya ada pada waktu. Petani tidak perlu menunggu irigasi atau genangan untuk mulai menanam, sehingga musim hujan yang pendek di Lombok selatan bisa dimanfaatkan sejak hari pertama. Padi sudah tumbuh ketika hujan deras datang, bukan baru mulai disemai. Bagi wilayah tadah hujan, selisih beberapa minggu itu adalah selisih antara gagal panen dan lumbung yang penuh.

Istilah atau FaktaPenjelasan Singkat
GoraSingkatan dari Gogo Rancah
GogoPadi yang ditanam di lahan kering tanpa genangan
RancahSawah berair, kondisi lahan setelah hujan cukup
Masa kejayaanDekade 1980-an, di bawah Gubernur NTB Gatot Suherman
Puncak pengakuanNTB ikut mengantar swasembada beras nasional 1984
Jejak yang tersisaMonumen batu di Jalan Udayana, Mataram

Kapan dan Mengapa NTB Mulai Dijuluki Bumi Gora?

NTB mulai dikenal sebagai Bumi Gora pada era 1980-an, ketika petaninya menjadi salah satu penyumbang terbesar swasembada beras Indonesia pada 1984. Program ini berjalan di masa Gubernur Gatot Suherman, yang ikut mendampingi Presiden Soeharto ke acara Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) di Roma.

Pengakuan itu berlanjut ke lapangan. Pada 1987, Presiden Soeharto datang memanen padi di Desa Truwai, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, kawasan yang kini justru lebih dikenal karena dekat dengan Mandalika. Jejaknya diabadikan lewat monumen batu di Jalan Udayana, Mataram, yang mungkin sudah Anda lewati tanpa sadar saat menuju bandara atau pusat kota.

Kapan Hari Jadi NTB, dan Apakah Sama dengan Lahirnya Bumi Gora?

Tidak sama. Hari jadi NTB diperingati setiap 17 Desember, sedangkan julukan Bumi Gora baru muncul sekitar 25 tahun kemudian. Provinsi ini dibentuk lewat Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tertanggal 14 Agustus 1958, lalu resmi berdiri pada 17 Desember 1958 saat pemerintahan daerah Lombok dan Sumbawa dibubarkan, seperti dicatat Wikipedia: Nusa Tenggara Barat.

Karena itu, setiap kali HUT NTB tiba, kata "Bumi Gora" ramai lagi di spanduk dan media sosial. Itu wajar: Bumi Gora adalah bagian paling dikenang dari perjalanan provinsi ini, tapi bukan hari kelahirannya. Ibu kotanya sejak awal tetap Mataram.

Apakah Gogo Rancah Masih Dipakai Petani NTB Sekarang?

Masih, dan bahkan sedang didorong kembali. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB pada 2025 mendorong kebangkitan padi Gogo Rancah lewat varietas Gamagora 7, dengan alasan biaya produksinya lebih rendah daripada sistem sawah biasa. Jadi Bumi Gora bukan sekadar nostalgia, melainkan cara tanam yang masih relevan untuk lahan tadah hujan.

Di Mana Jejak Bumi Gora Bisa Anda Rasakan Saat Liburan?

Jejak Bumi Gora paling terasa di tiga jenis tempat: lembah pertanian di kaki Rinjani, kawasan Lombok Tengah bagian selatan, dan desa-desa budaya Sasak. Anda tidak perlu ikut menanam padi, cukup tahu ceritanya, dan pemandangan sawah di jalan akan terlihat berbeda.

Untuk sisi agraris, Sembalun adalah jawabannya. Udara sejuk, ladang sayur yang tertata, dan Rinjani sebagai latar membuat lembah ini terasa seperti brosur pertanian yang kebetulan sangat fotogenik. Rangkaian paket wisata sembalun 3d2n memberi waktu cukup untuk menikmatinya tanpa terburu-buru.

Kalau penasaran dengan Lombok Tengah selatan, wilayah Pujut tempat panen bersejarah 1987, rutenya kini melewati Desa Sade, Sirkuit Mandalika, dan pantai-pantai berpasir merica. Anda bisa melihat pilihan Paket Wisata Lombok 3D2N Terbaik yang bisa disesuaikan untuk menggabungkan semuanya dalam tiga hari.

Ingin sawah, pegunungan, dan laut sekaligus? Kombinasi Sembalun dengan pulau kecil di barat daya Lombok adalah cara paling ringkas merasakan dua wajah NTB, dari ladang sampai terumbu. Rutenya sudah tersusun dalam Paket Wisata Lombok 4D3N Gili Nanggu & Sembalun.

Kesimpulan

Arti Bumi Gora adalah pengingat bahwa NTB pernah mengubah lahan kering menjadi lumbung beras lewat Gogo Rancah, dan julukan itu masih dipakai dengan bangga sampai sekarang. Kalau Anda ingin melihat langsung tanah yang melahirkan julukan itu, tim Travel Agent Lombok dari Lombok Travelution bisa menyusunkan rute yang memadukan sawah, budaya Sasak, dan pantai sesuai waktu Anda.

Bumi Gora bukan nama makhluk legenda, melainkan bukti bahwa petani NTB pernah menanam padi lebih cepat daripada datangnya hujan.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa arti Bumi Gora?

Bumi Gora adalah julukan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kata Gora berasal dari Gogo Rancah, sistem tanam padi di lahan kering tadah hujan yang membuat produksi beras NTB melonjak pada era 1980-an.

Gora singkatan dari apa?

Gora adalah singkatan dari Gogo Rancah. Gogo merujuk pada padi lahan kering, sedangkan rancah merujuk pada sawah berair, sesuai urutan kondisi lahan dari awal tanam sampai musim hujan.

Kenapa NTB dijuluki Bumi Gora?

Karena keberhasilan Gogo Rancah membuat petani NTB menjadi salah satu penyumbang terbesar swasembada beras Indonesia pada 1984, di masa Gubernur Gatot Suherman. Daerah yang sebelumnya rawan pangan berubah menjadi lumbung beras.

Kapan hari jadi Provinsi NTB?

Hari jadi NTB diperingati setiap 17 Desember. Provinsi ini dibentuk lewat Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 dan resmi berdiri pada 17 Desember 1958, dengan ibu kota di Mataram.

Apakah Bumi Gora sama dengan hari lahir NTB?

Tidak. NTB berdiri pada 1958, sedangkan julukan Bumi Gora baru muncul pada era 1980-an setelah keberhasilan Gogo Rancah. Keduanya sering disebut bersamaan setiap HUT NTB.

Di mana bisa melihat jejak Bumi Gora di Lombok?

Ada monumen batu di Jalan Udayana, Mataram. Suasana agrarisnya paling terasa di Sembalun, sementara Desa Truwai di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, adalah lokasi panen bersama Presiden Soeharto pada 1987.

Ingin Melihat Langsung Tanah Bumi Gora?
Ceritakan berapa hari Anda punya dan siapa yang ikut. Kami susunkan rute Sembalun, desa Sasak, sampai pantai yang pas dengan waktu dan anggaran Anda.
Lombok Travelution • Solusi Perjalanan Wisata Terbaik dan Terpercaya di Lombok
Rencanakan Liburan ke NTB
Share
Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter

Baca Artikel lainnya